RSS

Produk Bajakan dan Produk Murahan Bisa Anda Bedakan Melalui Foto Ini

20 Feb

 Untuk saat ini produk yang membanjiri pasaran Indonesia diserbu oleh produk Made in China dan hampir sebagian barang KW cukup diminati oleh masyarakat kita yang mengutamakan harga murah dan bisa dikatakan terjangkau tersebut cukup diminati.

Sebagai contoh produk buatan China yang masuk di Indonesia yaitu berupa Phonsel murah yang dilempar dipasar dengan harga Rp.99.999 lebih atau dibawahnya, membuat hasrat ingin membeli dan mencobanya, akan tetapi dalam waktu singkat produk tersebut rusak karena bahan yang mensupportnya kurang bagus.

Sebagai Ilustrasi yang sangat fantastik adalah perbedaan produk Made in China vs Made in German pada gambar diatas menggambarkan betapa buruknya barang yang dipasarkan tersebut.

Apalagi tahun ini kita telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mungkin saja kita harus menjaga kualitas produk untuk dipasarkan di MEA nantinya.

Dan sebagai masyarakat Indonesia harus jeli dengan produk yang masuk di Indonesia, jangan-jangan anda menjadi korban barang murah seperti foto tersebut diatas.

Memasuki tahun 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan termasuk di Indonesia. MEA itu singkatan untuk bahasa Indonesia namun dalam bahasa Inggris ditulis dengan istilah ASEAN Economic Community (AEC).

Walaupun sudah memasuki era baru sebuah perdagangan antar negara Asean namun ternyata cukup banyak masyarakat tanah air yang belum mengerti apa itu MEA.

Peneliti Ekonomi bidang Ekonomi Internasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pangky Tri Febiyansyah, mengungkapkan bahwa melalui penelitian 30% masyarakat tanah air belum paham arti MEA.

Apa itu MEA ?

MEA atau AEC adalah bentuk kerjasama antar anggota negara-negara ASEAN yang terdiri dari Brunei, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Melalui MEA yang diawali tahun 2016 terjadi pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan ASEAN. Sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020.

Jelas dengan diberlakukannya MEA atau AEC mulai tahun 2016 ini persaingan usaha akan semakin sengit. Apakah pelaku usaha di Indonesia sudah siap dalam menghadapi persaingan yang teramat ketat selama MEA ini ?

Beberapa persyaratan umum harus dimiliki sebuah negara supaya produk barang dan jasa bisa bersaing antara negara ASEAN yakni negara-negara ASEAN haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif.

Misalnya saja dari sisi sektor ketenagakerjaan. Jika para pekerja profesional tidak bersiap dengan baik mereka akan kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara serumpun yang masuk dalam MEA.

Bagaimana dengan para pelaku usaha kecil menengah (UKM), sudah siapkan menghadapi MEA ? Siap tidak siap, MEA sudah berlaku jadi harus siap.

Dari beberapa sumber online disebutkan bahwa hal yang bisa dilakukan oleh pengusaha UKM untuk menghadapi persaingan usaha saat MEA seperti memberikan prosedur Bea Cukai yang lebih sederhana. Adanya Sistem Self-Certification, Harmonisasi Standar Produk, dan juga mengubah image bahwa barang luar lebih bagus dari barang lokal.

Advertisements
 
Comments Off on Produk Bajakan dan Produk Murahan Bisa Anda Bedakan Melalui Foto Ini

Posted by on February 20, 2016 in Uncategorized

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: